Minggu, 22 November 2015

SIKAP MOTIVASI DAN MAWAS DIRI

Sikap Motivasi Dan Mawas Diri
Sikap motivasi dan mawas diri tidak terlepas dari perilaku konsumen. Adapun fungsinya yakni untuk membuat konsumen mampu mengontrol hal-hal yang harus dibeli dan sebaiknya tidak dibeli. Motivasi dan mawas diri akan saya bahas lebih rinci, berikut penjelasannya.

Motivasi

Motivasi adalah proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan seorang individu untuk mencapai tujuannya. Tiga elemen utama dalam definisi ini adalah intensitas, arah, dan ketekunan. Sikap motivasi bisa timbul karena orang tersebut memiliki alasan yang sangat kuat untuk mencapai apa yang diinginkannya. Sikap motivasi harus diperlukan dalam diri seseorang supaya apa yang dilakukan dalam segala hal dapat terrealisasikan atau tercapai dengan baik. Empat area utama motivasi manusia adalah makanan, cinta, kebutuhan jasmani, dan pencapaian.

Tujuan-tujuan yang mendasari motivasi ditentukan sendiri oleh individu yang melakukannya, individu dianggap tergerak untuk mencapai tujuan karena motivasi intrinsik (keinginan beraktivitas atau meraih pencapaian tertentu semata-mata demi kesenangan atau kepuasan dari melakukan aktivitas tersebut), atau karena motivasi ekstrinsik, yakni keinginan untuk mengejar suatu tujuan yang diakibatkan oleh imbalan-imbalan eksternal. Dalam hubungan antara motivasi dan intensitas, intensitas terkait dengan seberapa giat seseorang berusaha, tetapi intensitas tinggi tidak menghasilkan prestasi kerja yang memuaskan kecuali upaya tersebut dikaitkan dengan arah yang menguntungkan organisasi. Sebaliknya elemen yang terakhir, ketekunan, merupakan ukuran mengenai berapa lama seseorang dapat mempertahankan usahanya. 

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Motivasi
Motivasi seseorang sangat dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu :

a. Faktor Internal, yaitu faktor yang berasal dari dalam diri individu, terdiri atas:
1.  Persepsi individu mengenai diri sendiri.
2.  Harga diri dan prestasi.
3.  Harapan
4.  Kebutuhan
5.  Kepuasan kerja

b. Faktor Eksternal, yaitu faktor yang berasal dari luar diri individu, terdiri atas:
1.  Jenis dan sifat pekerjaan
2.  Kelompok kerja dimana individu bergabung
3.  Situasi lingkungan pada umumnya
4.  Sistem imbalan yang diterima

Mawas Diri

Mawas diri menurut kamus Besar Bahasa indonesia, edisi kedua, balai pustaka 1993, ialah melihat(memeriksa dan mengoreksi) diri sendiri secara jujur,instropeksi, kita harus mawas diri agar kita jangan membuat kesalahan yang sama.

Mawas diri menurut Marbangun Hardjowirogo ialah meninjau,ke dalam, hati nurani kita guna mengetahui benar tidaknya, suatu tindakan yang telah di ambil. Mawasdiri atau interospeksi adalah hal yang sangat penting dalam hidup manusia. Karena tanpa mawasdiri manusia tidak akan pernah  mengetahui  kekurangannya, tak akan pernah  mengerti  kelemahannya,  serta tak akan pernah bisa merasakan dosa-dosanya untuk mencapai kenaikan derajat. Derajat apa saja didunia dan di akherat. Mawasdiri atau interospeksi adalah evaluasi diri secara keseluruhan.Tanpa mawas diri atau interospeksi manusia tidak akan pernah mencapai prestasi.

Mawas diri juga menggambarkan kesadaran akan pentingnya membawa bekal dalam perjalanan kehidupan agar sampai akhir tujuan dengan selamat dan bahagia. Bekal yang baik adalah amal saleh yang melahirkan keridhaan-Nya dan terbebasnya dari dosa yang dapat menyelamatkan dari murka-Nya.

Contoh Sikap Motivasi dan Mawas Diri
Sikap motivasi dan mawas diri merupakan salah satu faktor internal yang penting dalam perilaku konsumsi seseorang. Seperti yang telah dibahas sebelumnya, motivasi dalam kehidupan memiliki beberapa fungsi, antara lain :
1.    Motivasi sebagai pengarah tujuan dan pengarah tindakan
2.    Motivasi sebagai pendorong
3.    Motivasi sebagai stimulator
4.    Motivasi sebagai sumber keberanian

Yang dimaksud motivasi sebagai pengarah tujuan dan tindakan, dapat diartikan dalam contoh berikut, ketika seseorang hendak masuk ke dalam mall, orang tersebut pasti memiliki motivasi tertentu  ketika memutusakan untuk pergi. Apakah untuk membeli suatu barang atau hanya untuk pergi main, atau hendak pergi makan, dan lain sebagainya. Katakanlah orang tesebut pergi untuk membeli barang, ketika memutuskan barang mana yang hendak dibelinya pun orang tersebut pasti sudah memiliki motivasi tersendiri untuk apa dan mengapa dia membeli barang tersebut. Dengan demikian, jelas motivasi disini penting juga untuk mempengaruhi keputusan pembelian seseorang. Untuk motivasi sebagai pendorong, dapat dicontohkan sebagai berikut, mahasiswa A memutuskan untuk mengambil kerja part-time. Uang hasil kerjanya tersebut, akan digunakan nantinya untuk membeli barang yang sudah lama dia inginkan. Walaupun pekerjaan yang dia ambil terasa melelahkan, namun dia selalu ingat motivasinya untuk bekerja itu apa? Yaitu untuk memperoleh hal yang selama ini diinginkannya.

Dengan demikian, motivasi tersebut menjadi pendorong baginya untuk terus bekerja. Motivasi sebagai stimulator pada dasarnya hampir sama dengan fungsi motivasi sebagai pendorong, hanya saja perbedaannya terletak pada sumbernya. Motivasi sebagai stimulator, berarti motivasi tersebut dapat menciptakan suatu rasa, hasrat, atau keinginan untuk melakukan sesuatu untuk mencapai hal yang diinginkannya. Atau dengan kata lain, fungsi ini lebih menekankan pada timbulnya keinginan seseorang untuk lebih mencapai tujuannya. Sedangkan motivasi sebagai sumber keberanian, dapat dijelaskan sebagai berikut. Orang A ingin menjadi seorang penyanyi tetapi dia memiliki rasa takut terhadap pandangan orang-orang disekitarnya dan malu untuk tampil depan publik.

Namun hal tersebut tidak menurunkan motivasi awalnya, justru motivasinya untuk menjadi penyanyi mejadi sumber kekuatan dan keberaniannya untuk mengalahkan segala ketakutannya. Begitu pula dalam perilaku konsumsi seseorang, ketika seseorang ingin membeli suatu gaun yang menurutnya cantik dan sesuai dengan gaun yang selama ini dia cari. Satu sisi dia takut untuk mencoba memakai gaun tersebut karena dikhawatirkan tidak pantas, namun karena motivasinya untuk membeli gaun tersebut lebih kuat, dan rasa penasaran yang kuat, maka timbul keberaniannya untuk tetap membeli gaun tersebut. Dengan demikian dari contoh-contoh di atas, jelas bahwa motivasi berperan penting dalam keputusan pembelian dan perilaku konsumsi seseorang.

Referensi : 
http://dark-rendezvous.blogspot.com

http://rahmidewi36.blogspot.com

SUMBER DAYA KONSUMEN DAN PENGETAHUAN


SUMBER DAYA KONSUMEN
Sumber Daya Konsumen adalah semua pendapatan atau kekayaan yang dimiliki seorang konsumen yang bertujuan untuk menentukan apa yang akan dibeli oleh konsumen (keputusan konsumen). Sumber daya konsumen terhadap pembelian terkait dengan pendapatan yang didapat setiap konsumen. Tinggi atau rendahnya pendapatan konsumen, mempengaruhi pengeluaran mereka terhadap suatu barang.Konsumen memiliki 3 sumber daya utama dalam proses pertukaran yang mereka gunakan dan melalui proses ini pemasar memberikan barang dan jasa, yaitu:
  1. Sumber Daya Ekonomi
Potensi sumberdaya ekonomi atau lebih dikenal dengan potensi ekonomi pada dasarnya dapat diartikan sebagai sesuatu atau segala sesuatu sumberdaya yang dimiliki baik yang tergolong pada sumberdaya alam (natural resources/endowment factors) maupun potensi sumberdaya manusia yang dapat memberikan manfaat (benefit) serta dapat digunakan sebagai modal dasar pembangunan (ekonomi) wilayahtingkat ketergantungan terhadap sumberdaya secara struktural harus bisa dialihkan pada sumberdaya alam lain. Sumber daya ekonomi dibagi menjadi 4 macam, yaitu:
  1. Sumber Daya Alam
Merupakan segala sesuatu yang disediakan oleh alam. Contoh: air, tanah
    Merupakan segala kegiatan manusia baik fisik maupun rohani yang ditunjukkan untuk kegiatan produksi. Contoh: Dokter, Direktu
    1. Sumber Daya Kewirausahan
    Merupakan semangat, sikap, dan perilaku seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan ekonomi sehingga bisa menghasilkan keuntungan. Contoh: Usaha roti
    1. Sumber Daya Modal
    Merupakan sumber daya yang dibuat oleh manusia baik berupa uang maupun barang dan digunakan untuk membantu kegiatan produksi. Contoh: Bahan baku, mixer, dll
    1. Sumber Daya Temproral / sementara
    2. Waktu menjadi variabel yang semakin penting dalam memahami perilaku konsumen
    3. Karena konsumen ada suatu bagian waktu yang dihabiskan untuk kegiatan yang sangat pribadi yaitu waktu senggang
    4. Sumber daya kognitif produk yang diklasifikasikan menurut sifat waktu konsumen disebut barang waktu (time goods)
    Macam macam barang waktu :
    1. Barang yang menggunakan waktu
    Produk yang memerlukan pemakaian waktu dalam mengkonsumsinya, contoh menonton tv
    1. Barang Penghemat Waktu
    Produk yang menghemat waktu memungkinkan konsumen meningkatkan waktu leluasa mereka. Contoh : Fast food
    1. Sumber Daya Kognitif
    Merupakan kemampuan untuk merepresentasikan dunia dan melakukan operasi logais dalam representasi konsep yang berdasar pada kenyataan. Sumber daya kognitif menggambarkan kapasitas mental yang tersedia untuk berbagai kegiatan pengolahan informasi.

    PENGETAHUAN KONSUMEN

    Pengetahuan Konsumen adalah semua informasi yang dimiliki konsumen mengenai berbagai macam produk, serta pengetahuan lainnya yang terkait dan informasi yang berhubungan dengan fungsinya sebagai konsumen. Dalam hal ini pengetahuan konsumen amat diperlukan. Karena, hal ini dapat mempengarhi keputusan konsumen dalam melakukan pembelian. Apa yang dibeli, berapa banyak yang dibeli, dimana membeli dan kapan membeli akan tergantung kepada pengetahuan. Pengetahuan Konsumen terbagi kedalam tiga macam, yaitu Pengetahuan Produk, Pengetahuan Pembelian, Pengetahuan Pemakaian.
    a.       Pengetahuan Produk adalah kumpulan berbagai macam informasi mengenai produk. Pengetahuan ini meliputi kategori produk, merek terminologi produk atribut atau fitur, harga produk dan kepercayaan mengenai produk.  Jenis Pengetahuan Produk :
    ü  Pengetahuan tentang karakteristik/atribut produk
    Seorang Konsumen akan melihat suatu produk berdasarkan kepada karakteristik atau ciri atau atribut dari produk tersebut. Setiap konsumen mungkin memiliki kemampuan yang berbeda dalam menyebutkan karakteristik  atau atribut dari suatu produk. Hal ini disebabkan perbedaan pengetahuan yang dimilikinya. Pengetahuan mengenai atribut tersebut akan mempengaruhi pengambilan keputusan konsumen. Pengetahuan yang lebih banyak akan memudahkan konsumen dalam memilih produk yang akan dibelinya.
    ü  Pengetahuan Manfaat Produk
    Seorang Konsumen mengkonsumsi gula rendah kalori  karena mengetahui manfaat produk tersebut bagi kesehatan tubuhnya. Manfaat yang dirasakan konsumen. Setelah mengkonsumsi gula rendah kalori yaitu dapat menghindari penyakit diabetes. Inilah yang disebut sebagai pengetahuan tentang manfaat produk.
    b.  Pengetahuan Pembelian terdiri atas pengetahuan tentang toko, lokasi produk di dalam toko dan penempatan produk yang sebenarnya di dalam toko tersebut. Pengetahuan Konsumen cenderung lebih senang mengunjungi toko yang sudah dikenalnya untuk berbelanja, karena telah mengetahui dimana letak produk di dalam toko tersebut. Hal ini akan memudahkan konsumen untuk berbelanja atau melakukan pembelian. Hal ini akan memudahkan konsumen untuk berbelanja karena konsumen bisa menghemat waktu dalam mencari lokasi produk. Menurut Petter dan Olson (1999), perilaku membeli meliputi store contact, product contact, dan Transaction.
    ü  Store contact meliputi tindakan mencari outlet, pergi ke outlet dan memasuki outlet.
    ü  Product contact, konsumen akan mencari lokasi produk, mengambil produk tsb dan membawanya ke kasir
    ü  Transaction, konsumen akan membayar produk tersebut  dengan tunai, kartu kredit, kartu debet atau alat pembayaran lainnya.
    c.       Pengetahuan Pemakaian yaitu suatu produk akan memberikan manfaat kepada konsumen jika produk tersebut  telah digunakan/ dikonsumsi. Agar produk tersebut bisa memberikan manfaat yang maksimal dan kepuasan yg tinggi, maka konsumen harus bisa menggunakan/ mengkonsumsi produk tersebut dengan benar. Produsen berkewajiban untuk memberikan informasi yang cukup agar konsumen mengetahui cara pemakaian suatu produk. Pengetahuan pemakaian suatu produk adalah penting bagi konsumen.
    Analisis :
        Sumber daya konsumen sangat memperngaruhi  seorang konsumen dalam memutuskan pembelian. Konsumen tentunya banyak mempertimbangkan ffaktor factor sebelum melakukan pembelian, untuk itu dalam bagi seorang konsumen di perlukannya sumber daya konsumen yang mencangkup 6 yaitu : Sumberdaya ekonomi, Sumberdaya sementara, Sumberdaya kognitif, Kandungan pengetahuan, Oganisasi pengetahuan, Mengukur pengetahuan.
    Pengetahuan sangat di perlukan bagi semua konsumen dlam melakukan proses pembelian, dalam memilih suatu produk suka atau tidak suka nya seorang konsumen terhadap produk tersebut  di dasari dengan semua pengetahuan yang konsumen miliki   terhadap produk tersebut.



    SUMBER :
    http://rizkiamaliafebriani.wordpress.com/2013/01/04/sumber-daya-konsumen-dan-pengetahuan-terhadap-perilaku-konsumen/
    http://syifa-rizkyka.blogspot.com/2012/11/sumber-daya-konsumen-dan-pengetahuan.html

    PEMBELIAN

    Proses Pengambilan Keputusan Membeli Sebelum membeli suatu produk atau jasa, umumnya konsumen melakukan evaluasi untuk melakukan pemilihan produk atau jasa. Evaluasi dan pemilihan yang digunakan akan menghasilkan suatu keputusan. Pengambilan ke putusan sendiri merupakan sebuah proses yang terdiri dari beberapa tahap, yaitu pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif sebelum pembelian, pembelian, konsumsi, dan evaluasi alternatif sesudah pembelian (Engel,1995). Selanjutnya akan dijelaskan mengenai proses pengambilan keputusan membeli yang meliputi pengertian proses pengambilan keputusan membeli, tahap-tahap dalam proses pengambilan keputusan membeli, tingkatan dalam proses pengambilan keputusan membeli serta faktor apa saja yang mempengaruhi proses pengambilan keputusan membeli.

    Pengertian proses pengambilan keputusan membeli Engel (1995) mengatakan bahwa proses pengambilan keputusan membeli mengacu pada tindakan konsisten dan bijaksana yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan. Pengambilan
    keputusan membeli merupakan keputusan konsumen tentang apa yang hendak dibeli, berapa banyak yang akan dibeli, di mana akan dilakukan, kapan akan dilakukan dan bagaimana pembelian akan dilakukan (Loudon & Bitta, 1993). Berkowitz (2002) juga mengemukakan bahwa proses keputusan pembelian merupakan tahap-tahap yang dilalui pembeli dalam menentukan pilihan tentang produk dan jasa yang hendak dibeli. Ahli lain menyatakan bahwa pengambilan keputusan konsumen adalah proses pengintegrasian yang mengkombinasikan.
    pengetahuan untuk mengevaluasi dua atau lebih perilaku alternatif dan memilih salah satu diantaranya (Setiadi, 2003). Sementara Schiffman-Kanuk (2007) mengatakan bahwa keputusan sebagai seleksi terhadap dua pilihan alternatif atau lebih, dengan kata lain ketersediaan pilihan yang lebih dari satu merupakan suatu keharusan dalam pengambilan keputusan. Berdasarkan uraian diatas, maka proses pengambilan keputusan membeli yang dipakai dalam penelitian ini merujuk pada teori yang dikemukakan oleh Engel (1995) yakni proses pengambilan keputusan membeli mengacu pada tindakan konsisten dan bijaksana yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan. Selanjutnya akan dibahas mengenai tahapan-tahapan dalam membeli.
    Menurut Engel et al. (1994:31-32) dan Lamb et al. (2001:188), ada lima tahapan yaitu :
    (1) pengenalan kebutuhan,
    (2) pencarian informasi,
    (3) evaluasi alternatif,
    (4) keputusan pembelian,
    (5) perilaku pascapembelian.
    • Pengenalan Kebutuhan
    Proses pembelian oleh konsumen diawali sejak pembeli mengenali kebutuhan atau masalah. Kebutuhan tersebut dapat ditimbulkan oleh rangsangan internal atau eksternal. Rangsangan internal, terjadi pada salah satu kebutuhan umum seseorang (seperti lapar dan haus) telah mencapai ambang batas tertentu dan mulai menjadi pendorong. Sedangkan rangsangan eksternal, salah satunya terjadi karena seseorang menonton iklan atau melihat produk baru milik tetangganya.
    • Pencarian Informasi
    Setelah konsumen yang terangsang kebutuhannya, konsumen akan terdorong untuk mencari informasi yang lebih banyak. Orang lebih peka terhadap informasi produk. Selanjutnya, orang mulai aktif mencari informasi: bertanya kepada teman, mendatangi toko untuk mencari tahu atau membuka-buka internet untuk membandingkan spesifisikasi dan harga barang.
    • Evaluasi Alternatif
    Evaluasi umunya mencerminkan keyakinan dan sikap yang mempengaruhi perilaku pem
    belian mereka. Keyakinan (belief) adalah gambaran pemikiran yang dianut seseorang tentang gambaran sesuatu. Keyakinan seseorang tentang produk atau merek mempengaruhi keputusan pembelian mereka. Yang tak kalah pentingnya dengan k
    eyakinan adalah sikap. Sikap (attitude) adalah evaluasi, perasaan emosi, dan kecenderungan tindakan yang menguntungkan atau tidak menguntungkan dan bertahan lama pada sesorang pada objek atau gagasan tertentu (Spector, 2000 dalam Kotler dan Keller, 2007).
    • Keputusan Pembelian
    Dalam suatu kasus pembelian, konsumen bisa mengambil beberapa sub keputusan, meliputi merk, pemasok, jumlah, waktu pelaksanaan dan metode pembayaran. Contohnya ketika m
    embeli kendaraan atau peralatan mesin. Namun dalam pembelian produk sehari-hari, keputusan konsumen bisa jadi lebih sederhana. Contohnya ketika membeli gula, seorang konsumen tidak banyak berfikir tentang pemasok atau metode pembayaran.
    • Perilaku Pascapembelian
    Setelah pembelian dilakukan, konsumen akan selalu siaga terhadap informasi yang mendukung keputusannya. Konsumen akan membandingkan produk yang telah ia beli, dengan produk lain. Hal ini dikarenakan konsumen mengalami ketidakcocokan dengan fasilitas-fasilitas tertentu pada barang yang telah ia beli, atau mendengar keunggulan tentang merek lain.

    PEMBELIAN

    Menurut (Engel,2000) pada tahap pembelian, konsumen memperoleh alternatif  yang  dipilih  atau pengganti  yang  dapat  diterima  bila  perlu. Evaluasi  yang  telah  dilakukan  membawa  konsumen  untuk  melakukan pembelian.  Jika  ia  mengalami  kegagalan  untuk  melakukan  pembelian produk/ jasa  yang  diinginkannya  (alternatif  yang  dipilih), konsumen melakukan pembelian ke alternatif lain atau alternatif pengganti yang masih dapat diterima.
    Nilai pembelian konsumen memiliki dua katagori, yaitu :
    • 1.  Produk  maupun    merek,  dikenal  sebagai  pembelian  yang  terencana sepenuhnya,  dimana  pembelian  yang  terjadi  merupakan  hasil keterlibatan yang tinggi dan pemecah masalah yang diperluas.
    • 2.  Kelas poduk, dapat dipandang sebagai pembelian yang terencana, jika pilihan merek dibuat ditempat pembelian.
    Menurut  (Kotler,2002) ada  dua  faktor  yang  dapat  mempengaruhi maksud  pembelian dan keputusan  pembelian.  Faktor  pertama  adalah  pendirian  orang  lain.  Sejauh  mana pendirian orang lain mempengaruhi alternatif yang disukai seseorang. Faktor yang kedua situasi yang tidak terantisipasi yang dapat muncul dan mengubah niat pembelian.


    REFERENSI :
     https://who21.wordpress.com/2014/11/16/proses-pengambilan-keputusan-oleh-konsumen/

    EVALUASI ALTERNATIF SEBELUM PEMBELIAN

    Evaluasi Alternatif sebagai Proses adalah suatu pemilihan tindakan dari dua atau lebih pilihan alternative dalam proses pengambilan keputusan selanjutnya. Bila seseorang dihadapkan pada pembelian produk, yaitu antara membeli produk yang satu dan yang lain dengan kesamaan jenis, maka dia ada dalam posisi harus membuat Evaluasi Alternatif sebelum pembelian. Dalam proses evaluasi alternatif, konsumen harus melakukan pemecahan masalah dalam kebutuhan yang dirasakan dan keinginannya untuk memenuhi kebutuhan dengan konsumsi produk atau jasa yang sesuai.

    A. Kriteria Evaluasi
    Kriteria evaluasi berisi dimensi atau atribut tertentu yang digunakan dalam menilai alternatif-alternatif pilihan. Kriteria alternatif dapat muncul dalam berbagai bentuk, misalnya dalam membeli mobil seorang konsumen mungkin mempertimbangkan criteria, keselamatan, kenyamana, harga, merek, negara asal (country of origin) dan juga spek hedonik seperti gengsi, kebahagiaan, kesenangan dan sebagainya. Beberapa kriteria eveluasi yang umum adalah:

    1. Harga menentukan pemilihan alternatif. Konsumen cenderung akan memiliha harga yang murah untuk suatu produk yang ia tahu spesifikasinya. Namun jika konsumen tidak bisa mengevaluasi kualitas produk maka harga merupakan indicator kualitas. Oleh karena itu strategi harga hendaknya disesuaikan dengan karakteristik produk.
    2. Nama Merek
    Merek terbukti menjadi determinan penting dalam pembelian obat. Nampaknya merek merupakan penganti dari mutu dan spesifikasi produk. Ketika konsumen sulit menilai criteria kualitas produk, kepercayaan pada merek lama yang sudah memiliki reputasi baik dapat mengurangi resiko kesalahan dalam pembelian.
    3. Negara asal
    Negara dimana suatu produk dihasilkan menjadi pertimbangan penting dikalangan konsumen. negara asal sering mencitrakan kualitas produk. Konsumen mungkin sudah tidak meraguakan lagi kualitas produk elektronik dari Jepan. Sementara, untuk jam tangan nampaknya jam tangan buatan Swiss meruapak produk yang handal tak teragukan.
    4. Saliensi ( Atribut yang mencolok)
    Konsep saliensi mencerminkan ide bahwa kriteria evaluasi kerap berbeda pengaruhnya untuk konsumen yang berbeda dan juga produk yang berbeda. Pada suatu produk mungkin seorang konsumen mempertimbangkan bahwa harga adalah hal yang penting, tetapi tidak untuk produk yang lain. Atribut yang mencolok (salient) yang benar-benar mempengaruhi proses evaluasi disebut sebagai atribut determinan.

    B. Menentukan Alternatif Pilihan
    Konsumen memproses informasi dari beberapa informasi dan membuat pertimbangan untuk memuaskan kebutuhan, konsumen mencari manfaat produk dan memandang produk sebagai suatu rangkaian atribut, atribut yang menonjol dianggap penting Pemasar perlu menjelaskan manfaat produk dan menentukan atribut yang menonjol Keputusan Pembelian Konsumen membentuk satu maksud pembelian, ada 2 faktor;

    1. Sikap/ pendirian orang lain ,
    2. Situasi yang tidak diantisipasi.
    Sejumlah besar penelitian dan strategi pemasaran telah mengasumsikan pembuat keputusan konsumen rasional dengan yang terdefinisi dengan baik, preferensi stabil. Konsumen juga dianggap memiliki kemampuan cukup untuk menghitung pilihan mana yang akan memaksimalkan nilainya, dan akan memilih atas dasar ini.
    • Pilihan afektif : Pilihan afektif yang paling mungkin ketika motif yang mendasari consummatory daripada instrumental. Consummatory motif mendasari perilaku yang secara intrinsik bermanfaat untuk individu yang terlibat. Motif Instrumental mengaktifkan perilaku yang dirancang untuk mencapai tujuan kedua.memvisualisasikan bagaimana manfaat yang dirasakan selama dan setelah pengalaman konsumsi. Hal ini sangat penting bagi merek baru atau produk dan jasa. Konsumen yang telah memiliki pengalaman dengan sebuah produk atau merek memiliki dasar untuk membayangkan respon afektif yang dihasilkan.
    • Atribut berbasis versus atribut proses pilihan : Dua proses pertimbangan yang mungkin digunakan untuk membeli kamera digital:

    Proses 1: Setelah konsultasi Internet untuk menentukan fitur apa yang paling disukai, konsumen kemudian pergi ke toko elektronik lokal dan membandingkan berbagai merek fitur yang paling penting baginya yaitu, otomatis, kamera ukuran, fitur zoom, dan ukuran penyimpanan. Dia melihat keynggulan masing-masing model atas atribut dan kesan umum nya model kualitas masing-masing. Atas dasar evaluasi ini, ia memilih SportZoom Olympus.
    Proses 2: konsumen mengingat bahwa temannya Olympus SportZoom bekerja dengan baik dan tampak “baik”,orang tuanya memiliki Easyshare Kodak yang juga bekerja dengan baik tapi agak besar dan berat, dan tua Fujifilm Finepix tidak diinginkan serta ia diharapkan . Di toko elektronik setempat ia melihat bahwa model dan Kodak Olympus memiliki harga yang sama dan memutuskan untuk membeli SportZoom Olympus.
    Contoh pertama di atas adalah pilihan berbasis atribut. Contoh yang kedua sikap-berbasis-pilihan berdasarkan pilihan sikap. Secara umum, pentingnya membuat keputusan yang optimal meningkat dengan nilai barang yang sedang dipertimbangkan dan konsekuensi dari keputusan yang tidak optimal. Semakin mudah untuk mengakses atribut informasi lengkap suatu merek, pengolahan berdasarkan atribut,lebih kemungkinan akan digunakan.

    C. Menaksir Alternatif Pilihan
    Menaksir alternatif pilihan adalah kegiatan mentaksir atau memprediksi pilihan alternatif setelah pilihan awal tidak berhasil dicapai, kegiatan ini berfungsi sebagai rencana jaga-jaga jika ada pilihan yang tidak berhasil. Konsumen menggunakan informasi untuk mengevaluasi merek alternatif dalam perangkat pilihan. Konsep dasar tertenu membantu menjelaskan proses evaluasi konsumen.
    • Pertama : Kita menganggap bahwa setiap konsumen melihat produk sebagai kumpulam atribut produk.
    • Kedua : Konsumen akan memberikan tingkat arti penting berbeda terhadap atribut berbeda menurut kebutuhan dan keinginan unik masing-masing.
    • Ketiga : Konsumen mungkin akan mengembangkan satu himpunan keyakinan merek mengenai dimana posisi setiap merek pada setiaap atribut.
    • Keempat : Harapan kepuasan produk total konsumen akan bervariasi pada tingkat atribut yang berbeda.
    • Kelima : Konsumen sampai pada sikap terhadap merek berbeda lewat beberapa prosedur evaluasi.
    Ada konsumen yang menggunakan lebih dari satu prosedur evaluasi, tergantung pada konsumen dan keputusan pembelian. Bagaimana konsumen mengevaluasi alternatif barang yang akan dibeli tergantung pada masing-masing individu dan situasi membeli spesifik.
    Dalam beberapa keadaan, konsumen menggunakan perhitungan dengan cermat dan pemikiran secara logis. Pada waktu lain, konsumen yang sama hanya sedikit mengevaluasi atau bahkan tidak sama sekali. Terkadang Mereka membeli berdasarkan dorongan sesaat atau tergantung pada intuisi, Kadang-kadang konsumen mengambil keputusan membeli sendiri, Kadang-kadang mereka bertanya pada teman, petunjuk bagi konsumen, atau wiraniaga untuk memberi saran pemberian.
    Pemasar harus mempelajari pembeli untuk mengetahui bagaimana sebenarnya mereka mengevaluasi alternatif merek. Bila mereka mengetahui proses evaluasi apa yang sedang terjadi, pemasar dapat membuat langkah-langkah untuk mempengaruhi keputusan membeli.
    Jika ingin membeli handphone, seseorang mungkin akan membuat perbandingan langsung seluruh merek pada fitur-fitur seperti harga, berat, dan kejelasan tampilan. Penilaian perbandingan ini mungkin tidak sepenuhnya akurat.

    1. Akurasi penilaian individu
    Penelitian menunjukkan individu yang biasanya tidak memperhatikan perbedaan yang relatif kecil antara merek atau perubahan atribut merek. Selain itu, kompleksitas banyak produk dan jasa serta fakta bahwa beberapa aspek kinerja dapat dinilai hanya setelah digunakan luas membuat perbandingan merek akurat sulit.
    2. Penggunaan indikator pengganti
    Secara umum, indikator pengganti beroperasi lebih kuat ketika konsumen tidak keahlian untuk membuat penilaian informasi sendiri, ketika konsumen motivasi atau kepentingan dalam keputusan rendah, dan ketika kualitas informasi terkait lainnya yang kurang
    3. Pentingnya relatif dan pengaruh kriteria evaluasi
    Pentingnya kriteria evaluatif bervariasi antara individu dan juga di dalam individu yang sama dari waktu ke waktu. Penggunaan situasi, konteks Kompetitif-Secara umum, efek Iklan.

    D. Menyeleksi Aturan Pengambilan Keputusan
    Dalam mengambil keputusan terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, yang paling utama adalah yang paling maksimal dakam memenuhi berbagai kriteria yang dapat di capai oleh produk. Tingkat tinggi satu atribut tidak dapat mengimbangi tingkat rendah yang lain. keputusan disjungtif aturan dan kata penghubung dapat menghasilkan seperangkat alternatif yang bisa diterima, sedangkan sisanya aturan umumnya menghasilkan satu “terbaik” alternatif.
    • Kata penghubung Aturan Keputusan
    Aturan keputusan kata penghubung menetapkan standar kinerja minimum yang diperlukan untuk setiap kriteria evaluatif dan memilih yang pertama atau semua merek yang memenuhi atau melebihi standar minimum.
    Karena individu memiliki keterbatasan kemampuan untuk memproses informasi, aturan kata penghubung yang sering digunakan untuk mengurangi ukuran tugas pengolahan informasi untuk beberapa tingkat dikelola
    • Disjungtif Aturan Keputusan
    Aturan keputusan disjungtif menetapkan tingkat minimum kinerja untuk setiap atribut yang penting (sering level yang cukup tinggi). Ketika aturan pengambilan keputusan disjungtif digunakan oleh target pasar, sangat penting untuk memenuhi atau melampaui konsumen persyaratan pada setidaknya salah satu kriteria kunci.
    • Eliminasi oleh aspek Aturan Keputusan
    Untuk target pasar menggunakan eliminasi oleh aspek aturan, sangat penting untuk memenuhi atau melampaui satu atau lebih persyaratan konsumen persyaratan (dalam urutan) dari kriteria yang digunakan dari kompetisi.
    • Leksikografis Aturan Keputusan
    Aturan pengambilan keputusan leksikografis mirip dengan eliminasi-oleh aspek aturan-. Perbedaannya adalah bahwa aturan leksikografis mencari kinerja maksimum pada setiap tahap, sedangkan eliminasi oleh aspek mencari kinerja yang memuaskan pada setiap tahap.
    • Kompensasi Aturan Keputusan
    Aturan keputusan kompensasi menyatakan bahwa merek yang tingkatan tertinggi pada jumlah konsumen penilaian dari kriteria evaluatif yang relevan akan dipilih.memiliki tingkat kinerja pada atau di dekat kompetisi pada pentingnya fitur lebih karena mereka menerima lebih berat dalam keputusan daripada atribut lainnya.



    REFERENSI :

    Sabtu, 10 Oktober 2015

    BAHAYA DAN MANFAAT KOPI BAGI KESEHATAN

     

    Kopi
    Kopi termasuk minuman yang digemari oleh pria dan wanita. Minuman konon yang bisa mengurangi rasa kantuk ini sangat umum di masyarakat Indonesia. Bahkan, gerai-gerai kopi sudah menjamur di berbagai sudut kota, hingga di mall.
    Kafein bekerja dalam tubuh dengan mengambil alih reseptor adenosin dalam sel syaraf yang akan memacu produksi hormon adrenalin.
    Di dalam kopi terkandung kafein, yang merupakan senyawa kimia alkaloid yang dikenal sebagai trimetilsantin dengan rumus molekul C8H10N4O2. Jumlah kandungan kafein dalam kopi adalah 1-1,5%, sedangkan pada teh 1-4,8%.
    Manfaat Kopi
    Dalam dunia kedokteran, kafein sering digunakan sebagai perangsang kerja jantung dan meningkatkan produksi urin. Dalam dosis yang rendah kafein dapat berfungsi sebagai bahan pembangkit stamina dan penghilang rasa sakit.
    Mekanisme kerja kafein dalam tubuh adalah menyaingi fungsi adenosin (salah satu senyawa yang dalam sel otak bisa membuat orang cepat tertidur).
    Dimana kafein itu tidak memperlambat gerak sel-sel tubuh, melainkan kafein akan membalikkan semua kerja adenosin sehingga tubuh tidak lagi mengantuk, tetapi muncul perasaan segar, sedikit gembira, mata terbuka lebar, jantung berdetak lebih kencang, tekanan darah naik, otot-otot berkontraksi dan hati akan melepas gula ke aliran darah yang akan membentuk energi ekstra.
    Itulah sebabnya berbagai jenis minuman pembangkit stamina umumnya mengandung kafein sebagai bahan utamanya.
    Bahaya Kopi
    Selain manfaatnya untuk kesehatan ternyata kopi juga memiliki kerugian. Salah satunya adalah efek ketergantungan.
    Minum kopi ternyata dapat meningkatkan resiko terkena stroke. Sebuah penelitian yang dimuat dalam journal of neurology, neurosurgry and psychiatry tahun 2002 menyimpulkan bahwa minum lebih dari 5 gelas kopi perhari akan meningkatkan resiko terjadinya kerusakan pada dinding pembuluh darah.
    Kafein juga dapat menyebabkan insomnia, mudah gugup, sakit kepala, merasa tegang dan cepat marah.
    Pada wanita hamil juga disarankan tidak mengkonsumsi kopi dan makanan yang mengandung kafein. Hal ini karena kafein dapat meningkatkan denyut jantung. Pada janin dapat menyerang plasenta dan masuk dalam sirkulasi darah janin. Dampak terburuknya, bisa menyebabkan keguguran.

    10 Fakta Tentang Kopi
    Berikut ada 10 fakta tentang minuman kopi
    1. Kafein bisa membunuhmu
    Terutama jika kamu sangat manikak kopi, yakni menenggak kopi 80-100 cangkir sehari. Jadi jangan coba-coba ya.
    2. Kopi bisa juga baik buatmu
    Studi membuktikan bahwa kita bisa mendapatkan antioksidan dari kopi, cukup satu atau dua cangkir kopi sehari, sudah bermanfaat. Jika tidak suka kopi, bisa coba teh hitam.
    3. kafein bisa meningkatkan gairah seks perempuan
    Ini baru terbukti pada tikus percobaan. Menurut ilmuwan, pada manusia kopi dapat meningkatkan pengalaman seksual namun hanya pada mereka yang tidak maniak kopi.
    4. Kafein bisa mengurangi rasa sakit
    Dosis sedang kopi, setara dengan dua cangkir kopi, mampu meredakan rasa sakit di otot setelah olah raga, demikian menurut sebuah studi kecil. Tapi lagi-lagi ini hanya berlaku buat mereka yang bukan pecandu kopi.
    5. Kafein bisa bikin kita begadang
    Buat yang ingin melek semalaman akan terbantu dengan kopi. Yang tidak, sebaiknya meminum kopi enam jam sebelum jam tidur agar tidak terganggu jam istirahatnya.
    6. Kopi yang dekafein pun mengandung kafein
    Walaupun istilahnya dekafein, alias bebas kafein, tetap saja kopi tersebut mengandung kafein. Kalau kita minum 10 cangkir kopi dekafein, sama saja dengan minum satu-dua cangkir kopi kafein.
    7. kopi dekafein menggunakan bahan kimia
    Untuk mengurangi kadar kafein pada kopi dekafein, digunakan bahan kimia bernama methylene chloride.
    8. Kafein itu bukan bagian yang berasa pahit
    Banyak orang mengira, makin pahit rasa kopi, makin banyak kandungan kafeinnya. Tidak, sebab kafein bukanlah komponen yang rasanya pahit.
    9. Kopi yang bagus tergantung pada pembakaran dan peracikannya
    Jika ingin kopi bercitarasa nikmat, maka yang paling menentukan adalah proses pembakaran dan racikannya. Selama pembakaran, minyak yang tersimpan dalam biji kopi akan keluar. Makin banyak minyak ini keluar, makin kuat rasa kopinya. Munculnya kandungan kafein tergantung pada lamanya air berada di bagian dasar. Pembakaran yang makin lama juga menghasilkan kafein makin banyak.
    10. Kopi ditemukan oleh kambing
    Satu milenium silam, di pegunungan Afrika, sekawanan kambing terjaga semalaman setelah makan biji kopi merah. Sang penggembala memeriksa kenapa itu terjadi dan menemukan bahwa penyebabnya adalah kopi. Sejak itu manusia mulai ikutan minum kopi.

    Manfaat Madu Bagi Kesehatan & Kecantikan

    MADU memiliki begitu banyak khasiat yang bermanfaat untuk kesehatan. Bahkan, madu juga kerap digunakan untuk mempertahankan keindahan kulit. 

    Sejak dahulu madu telah digunakan sebagai bahan dasar perawatan kulit. Selain teksturnya yang lembut, kandungan madu sangat kaya akan vitamin, mineral, antioksidan dan potasium yang dapat digunakan sebagai pelembab, penyegar bahkan masker wajah.

    Nah, bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai khasiat madu untuk kecantikan, tak ada salahnya untuk mencoba beberapa resep berikut ini. Kandungan madu tak hanya dapat menjaga keindahan kulit dan mencegah penuaan dini, tapi dapat pula menjaga keindahan kulit rambut.

    Untuk mengaplikasikan madu sebagai pembersih wajah, ada beberapa tahap yang harus ditempuh. Yaitu campur 1 sendok makan madu, 1 putih telur, 1 sendok teh gliserin (dapat diperoleh di apotik), dan 1 sendok teh tepung terigu. Campur hingga rata kemudian oleskan pada wajah dan leher. Diamkan selama 10 menit. Bilas dengan air hangat.

    Untuk Anda yang ingin memanfaatkan madu sebagai penyegar wajah, dapat mengikuti tahap-tahap berikut. Pertama campur 1 sendok air lemon, 1 sendok teh madu, dan 2 putih telur. Lalu campur hingga rata, kemudian oleskan pada seluruh kulit wajah dan leher. Diamkan selama 15 menit, bilas dengan air hangat, kemudian keringkan dengan handuk sambil tepuk-tepuk perlahan. Sangat sesuai untuk kulit normal cenderung berminyak.

    Madu juga dapat digunakan sebagai pelembab, yakni dengan cara campurkan 2 sendok makan madu dan 2 sendok makan susu. Lalu aduk hingga rata. Oleskan pada wajah dan leher, diamkan selama 10 menit, lalu bilas dengan air hangat. Lakukan secara rutin untuk mengatasi kulit kering.

    Tak hanya bermanfaat sebagai pelembab wajah saja, madu juga bisa digunakan sebagai pelembab bibir. Oleskan madu pada bibir setiap malam menjelang tidur. Langkah ini untuk membantu melembabkan dan melembutkan bibir, sekaligus menghindari kulit bibir pecah-pecah.

    Madu juga bisa digunakan untuk scrub yang berfungsi untuk mengangkat sel-sel kulit mati secara perlahan sekaligus nutrisi dan menjaga kelembapan kulit. Langkah yang harus dilakukan yaitu dengan cara campurkan 1 sendok makan kaolin (sejenis mineral alami yang dapat diperoleh di toko bahan kimia), 1 sendok teh tepung biji gandum, 1 jumput tepung kayu manis, dan 1 sendok makan madu. Lalu oleskan pada wajah dan leher, kemudian gosok dengan gerakan melingkar. Bilas dengan air hangat.

    Selain sebagai scrub, Anda dapat pula memakai madu untuk berendam. Campur ¼ cangkir susu bubuk full cream, ½ cangkir madu, dan 4 tetes minyak esensial mawar atau lavender dalam wadah. Kemudian masukan campuran tersebut ke dalam bath tub yang telah diisi air hangat. Berendamlah selama kurang lebih 15 menit. Selain relaksasi, berendam dengan campuran madu dan susu dapat membantu meningkatkan kelembapan dan kehalusan kulit.

    Tak sekadar untuk kecantikan kulit, madu juga dapat bermanfaat sebagai conditioner dan masker rambut. Bagi Anda yang ingin memakai madu untuk conditioner, campurkan ½ cangkir madu dan ¼ cangkir minyak zaitun. Lalu oleskan pada rambut sedikit demi sedikit sampai melapisi seluruh rambut, diamkan 30 menit, cuci dengan sampo dan bilas dengan baik.

    Sementara itu, bila Anda ingin memakai madu sebagai masker rambut, campur ¼ cangkir madu, 2 sendok makan minyak zaitun dan 1 sendok the air jeruk nipis. Oleskan pada kulit kepala dan rambut sambil dipijat. Kemudian tutup rambut dengan shower cap dan diamkan selama 15-30 menit agar meresap sempurna. Selanjutnya, bilas hingga bersih dengan air hangat dan sampo.

    Jakarta Menyimpan Cerita sebagai Ibukota Negara

    Siapa yang tidak mengenal Kota Jakarta ?. Dari anak-anak balita sampai dengan orang dewasa dan lanjut usia sudah pasti mengenal dan tentang kota Jakarta. Kota Jakarta adalah salah satu kota tersibuk di Indonesia, dan bahkan kota Jakarta adalah kota negara Indonesia dalam peta kenegaraan Republik Indonesia. Kota Jakarta yang sejak dulu banyak menyimpan sejarah dan budaya yang unik dari campuran budaya asing yang memasuki Jakarta dikala masa lampau,
    Jakarta berlokasi di Pulau Jawa diantara dua provinsi besar antara provinsi Jawa Barat dan Banten, di muara Ciliwung, Teluk Jakarta. Jakarta terletak di dataran rendah pada ketinggian rata-rata 8 meter dpl. Hal ini mengakibatkan Jakarta sering dilanda banjir. Sebelah selatan Jakarta merupakan daerah pegunungan dengan curah hujan tinggi. Jakarta dilewati oleh 13 sungai yang semuanya bermuara ke Teluk Jakarta. Sungai yang terpenting ialah Ciliwung, yang membelah kota menjadi dua. Sebelah timur dan selatan Jakarta berbatasan dengan provinsi Jawa Barat dan di sebelah barat berbatasan dengan provinsi Banten. Kepulauan Seribu merupakan kabupaten administratif yang terletak di Teluk Jakarta. Sekitar 105 pulau terletak sejauh 45 km (28 mil) sebelah utara kota.
    Jakarta pertama kali dikenal sebagai salah satu pelabuhan Kerajaan Sunda yang bernama Sunda Kelapa, berlokasi di muara Sungai Ciliwung. Ibu kota Kerajaan Sunda yang dikenal sebagai Dayeuh Pakuan Pajajaran atau Pajajaran (sekarang Bogor) dapat ditempuh dari pelabuhan Sunda Kalapa selama dua hari perjalanan. Menurut sumber Portugis, Sunda Kalapa merupakan salah satu pelabuhan yang dimiliki Kerajaan Sunda selain pelabuhan Banten, Pontang, Cigede, Tamgara dan Cimanuk. Sunda Kalapa yang dalam teks ini disebut Kalapa dianggap pelabuhan yang terpenting karena dapat ditempuh dari ibu kota kerajaan yang disebut dengan nama Dayo (dalam bahasa Sunda modern: dayeuh yang berarti ibu kota) dalam tempo dua hari.Kerajaan Sunda sendiri merupakan kelanjutan dari Kerajaan Tarumanagara pada abad ke-5 sehingga pelabuhan ini diperkirakan telah ada sejak abad ke-5 dan diperkirakan merupakan ibu kota Tarumanagara yang disebut Sundapura.
    Pada abad ke-12, pelabuhan ini dikenal sebagai pelabuhan lada yang sibuk. Kapal-kapal asing yang berasal dari Tiongkok, Jepang, India Selatan, danTimur Tengah sudah berlabuh di pelabuhan ini membawa barang-barang seperti porselen, kopi, sutra, kain, wangi-wangian, kuda, anggur, dan zat warna untuk ditukar dengan rempah-rempah yang menjadi komoditas dagang saat itu.
    Dan dari sejarah etimologinya bahwa nama Jakarta sendiri digunakan sejak masa penjajahan Jepang tahun 1942, untuk menyebut wilayah bekas Gemeente Batavia yang diresmikan pemerintahHindia Belanda tahun 1905. Nama ini dianggap sebagai kependekan dari kata Jayakarta (Dewanagari), yang diberikan oleh orang-orangDemak dan Cirebon di bawah pimpinan Fatahillah (Faletehan) setelah menyerang dan menduduki pelabuhan Sunda Kelapa pada tanggal 22 Juni 1527. Nama ini biasanya diterjemahkan sebagai "kota kemenangan" atau "kota kejayaan", namun sejatinya artinya ialah "kemenangan yang diraih oleh sebuah perbuatan atau usaha".
    Bentuk lain ejaan nama kota ini telah sejak lama digunakan. Sejarawan Portugis João de Barros dalam Décadas da Ásia (1553) menyebutkan keberadaan "Xacatara dengan nama lain Caravam (Karawang)". Sebuah dokumen (piagam) dari Banten (k. 1600) yang dibaca ahli epigrafi Van der Tuuk juga telah menyebut istilah wong Jaketra, demikian pula nama Jaketra juga disebutkan dalam surat-surat Sultan Banten dan Sajarah Banten (pupuh 45 dan 47) sebagaimana diteliti Hoessein Djajadiningrat. Laporan Cornelis de Houtman tahun 1596 menyebut Pangeran Wijayakrama sebagai koning van Jacatra (raja Jakarta).
    Sementara itu budaya Jakarta itu sendiri merupakan budaya mestizo, atau sebuah campuran budaya dari beragam etnis. Sejak zaman Belanda, Jakarta merupakan ibu kota Indonesia yang menarik pendatang dari dalam dan luar Nusantara. Suku-suku yang mendiami Jakarta antara lain, Jawa, Sunda, Minang, Batak, dan Bugis. Selain dari penduduk Nusantara, budaya Jakarta juga banyak menyerap dari budaya luar, seperti budaya Arab, Tiongkok, India, dan Portugis.
    Jakarta merupakan daerah tujuan urbanisasi berbagai ras di dunia dan berbagai suku bangsa di Indonesia, untuk itu diperlukan bahasa komunikasi yang biasa digunakan dalam perdagangan yaituBahasa Melayu. Penduduk asli yang berbahasa Sunda pun akhirnya menggunakan bahasa Melayu tersebut.
    Walau demikian, masih banyak nama daerah dan nama sungai yang masih tetap dipertahankan dalam bahasa Sunda seperti kata Ancol, Pancoran, Cilandak, Ciliwung, Cideng, dan lain-lain yang masih sesuai dengan penamaan yang digambarkan dalam naskah kuno Bujangga Manik yang saat ini disimpan di perpustakaan Bodleian, Oxford, Inggris.
    Meskipun bahasa formal yang digunakan di Jakarta adalah Bahasa Indonesia, bahasa informal atau bahasa percakapan sehari-hari adalah Bahasa Melayu dialek Betawi. Untuk penduduk asli di Kampung Jatinegara Kaum, mereka masih kukuh menggunakan bahasa leluhur mereka yaitu bahasa Sunda.
    Bahasa daerah juga digunakan oleh para penduduk yang berasal dari daerah lain, seperti Jawa, Sunda, Minang, Batak, Madura, Bugis, Inggris dan Tionghoa. Hal demikian terjadi karena Jakarta adalah tempat berbagai suku bangsa bertemu. Untuk berkomunikasi antar berbagai suku bangsa, digunakan Bahasa Indonesia.
    Selain itu, muncul juga bahasa gaul yang tumbuh di kalangan anak muda dengan kata-kata yang kadang-kadang dicampur dengan bahasa asing. Bahasa Inggris merupakan bahasa asing yang paling banyak digunakan, terutama untuk kepentingan diplomatik, pendidikan, dan bisnis. Bahasa Mandarin juga menjadi bahasa asing yang banyak digunakan, terutama di kalangan pebisnis Tionghoa. Nah memang benar ternyata Jakarta memang sungguh unik sejarah dan budayanya yang sejak dulu banyak terinteraktif dari berbagai bahasa dan budaya eknik serta bangsa lain yang masuk ke Jakarta sejak dulunya. Maka Jakarta sampai sekarang masih terbilang kota budaya yang paling tinggi nilainya didalam sejarah bangsa ini.

    Image result for kemacetan jakarta


    Inilah Ibu Kota Negara Indonesia DKI Jakarta (Kota Jakarta) yang selalu sibuk dengan kemacetan dan kesemrawutan
    Namun sungguh disayangkan para generasi muda saat ini kurang untuk memahami dan memperhatikan serta melestarikan budaya Ibu kota negara ini yang begitu kental dengan ke Bhinnekaannya, khususnya generasi muda putra Jakarta itu sendiri. Mereka begitu mengagumi budaya asing tanpa mau peduli budaya dan seninya Jakarta. Ini sebenarnya juga sudah menjadi tanggung jawab pemerintah DKI Jakarta untuk lebih berperan aktif didalam pembinaannya kepada generasi muda Jakarta.
    Belum lagi kesadaran warga Jakarta itu sendiri masih kurang memperhatikan soal keindahan, kebersihan dan keamanan kota Jakarta. Padahal kota Jakarta adalah kota terpenting di Indonesia dan dunia, selain sebagai kota seni budaya, kota sejarah bahasa Indonesia dan kota bisnis dunia, kota Jakarta sungguh rawan dari segala sisi yang ada sampai saat ini.
    Kota Jakarta yang memiliki 5 wilayah kota administrasi dan ekonomi yang strategis kini sudah terlihat kurang baik dalam segi keindahan, kenyamanan dan keamanannya. Hal ini terbukti hampir setiap detik kita mendengar berita-berita yang tidak enak didengar dan dilihat. Kerusuhan, kemacetan, kejahatan kriminalitas, penculikan, pemerkosaan, bahkan bencana banjir yang setiap tahun pastilah ada di Kota Jakarta ini. Belum lagi kabar-kabar penggusuran kaum miskin dan urban yang terjadi banyak dipaksakan oleh kebijakan pemerintah provinsi DKI Jakarta itu sendiri. Kota Jakarta keadaannya masih sangat miris sampai sekarang. Pemerintah DKI Jakarta sendiri dari tingkat bawah sampai tingkat atas seperti tidak peduli adanya kondisi tersebut. Nah bagaimana bisa para generasi muda Jakarta untuk bisa menjaga kotanya sendiri kalau para pemimpinnya banyak yang seudelnya.